Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Featured Posts

Jumat, 15 Mei 2015

Asuransi Pendidikan



Asuransi pendidikan anak merupakan suatu program perlindungan biaya pendidikan bagi masa depan anak dan keluarga. Dengan menerapkan asuransi pendidikan anak, maka dana pendidikan anak kita akan terjamin, jika dilakukan perhitungan dengan tepat. Biaya pendidikan setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini jarang orang tua yang menyadari kenaikan tersebut.
Sebagai orang tua yang sayang terhadap masa depan anaknya, bekerja keras tanpa mengenal lelah untuk memenuhi dana pendidikan anak sampai jenjang perguruan tinggi. Hal ini dilakukan untuk memberi jaminan kehidupan yang lebih baik untuk anak yang kita cintai.
Tapi. Apakah mungkin ?
Dengan penghasilan yang kenaikannya hanya 4-6 %/tahun, sementara biaya pendidikan kenaikannya sebesar 10-30 %/tahun.
Untuk kasus seperti ini, kita harus menyiapkan dana pendidikan anak saat usia anak masih dini dan berinvestasi di instrument yang tepat.
Mari kita belajar menghitung berapa biaya pendidikan anak dari Tk sampai perguruan tinggi.
Taman kanak-kanak
Misalkan si kecil saat ini berusia 2 tahun. Dan akan masuk taman kanak-kanak saat berusia 5 tahun. Maka 3 tahun mendatang si anak memasuki TK.
Rata-rata biaya pendidikan TK sampai selesai sebesar Rp 20 juta (tergantung kualitas TK). Maka biaya yang diperlukan 3 tahun (dengan kenaikan 15 %/tahun) mendatang sebesar Rp 30 juta (bisa menggunakan calculator financial).
Untuk itu dana yang harus ditabung setiap bulannya sebesar Rp 30 juta/3 tahun: Rp 10 juta/tahun atau Rp 830.000/bulan.
Sekolah dasar
Sikecil saat ini berusia 2 tahun dan memasuki sekolah dasar saat berusia 7 tahun. Rata-rata pengeluaran pendidikan sekolah dasar sekolah negeri hanya buku dan keperluan transportasi. Untuk sekolah swasta rata-rata memerlukan biaya sekolah dasar sampai selesai ( kelas 1-6) sebesar Rp30 juta.
Maka biaya yang diperlukan 5 tahun (dengan kenaikan 15 %/tahun) mendatang sebesar Rp 60 juta (bisa menggunakan calculator financial).
Untuk itu dana yang harus ditabung setiap bulannya sebesar Rp 60 juta/5 tahun: Rp 12 juta/tahun atau Rp 1 juta/bulan.
Sekolah Menengah Pertama
Sikecil saat ini berusia 2 tahun dan memasuki sekolah menengah pertama saat berusia 13 tahun. Rata-rata pengeluaran pendidikan sekolah menengah pertama sekolah negeri hanya buku dan keperluan transportasi. Untuk sekolah swasta rata-rata memerlukan biaya sekolah menengah pertama sampai selesai ( kelas 1-3) sebesar Rp20 juta.
Maka biaya yang diperlukan 11 tahun (dengan kenaikan 15 %/tahun) mendatang sebesar Rp 93 juta (bisa menggunakan calculator financial).
Untuk itu dana yang harus ditabung setiap bulannya sebesar Rp 93 juta/11 tahun: Rp 8.4 juta/tahun atau Rp 700.000/bulan.
Sekolah Menengah Utama
Sikecil saat ini berusia 2 tahun dan memasuki sekolah menengah utama saat berusia 16 tahun. Rata-rata pengeluaran pendidikan sekolah menengah umum sekolah negeri hanya buku dan keperluan transportasi. Untuk sekolah swasta rata-rata memerlukan biaya sekolah menengah umum sampai selesai ( kelas 1-3) sebesar Rp50 juta.
Maka biaya yang diperlukan 14 tahun (dengan kenaikan 15 %/tahun) mendatang sebesar Rp353 juta (bisa menggunakan calculator financial).
Untuk itu dana yang harus ditabung setiap bulannya sebesar Rp 353 juta/14tahun: Rp 25 juta/tahun atau Rp 2.1 juta/bulan.
Perguruan Tinggi
Sikecil saat ini berusia 2 tahun dan memasuki sekolah menengah utama saat berusia 19 tahun. Rata-rata pengeluaran biaya kuliah swasta sampai selesai ( tahun 1-4) sebesar Rp 120 juta. Biaya ini tergantung jurusan yang diambil dan perguruan tinggi yang diambil.
Maka biaya yang diperlukan 17 tahun (dengan kenaikan 20 %/tahun) mendatang sebesar Rp 2.6 Milyar (bisa menggunakan calculator financial).
Untuk itu dana yang harus ditabung setiap bulannya sebesar Rp 2.6 Milyar/17 tahun: Rp 153 juta/tahun atau Rp 13 juta/bulan.
Untuk biaya perhitungan diatas dari masuk pendidikan sampai selesai pendidikan.
Biaya tesebut sangat tinggi jika anda menggunakan BANK sebagai instrument untuk menyiapkan dana pendidikan anak, seperti yang kita ketahui bahwa bunga bank hanya 1.5 %/tahun. Sementara kenaikan biaya pendidikan mencapai 15 %/tahun.
Dan cara terbaik untuk mewujudkan itu semua dengan asuransi pendidikan anak, selain investasi yang tinggi (mencapai 15 %/tahun) terdapat fasilitas perlindungan untuk orang tua.
Pendidikan merupakan Investasi Jangka panjang, oleh karena itu perlunya kita menyesuaikan kebutuhan jangka panjang tersebut dengan memulainya asuransi pendidikan.

Tips tips memilih Sekolah atau Perguruan Tinggi
  1. Reputasi Sekolah atau Perguruan Tinggi serta para lulusannya,
  2. Kurikulum Belajar yang dimilikinya,
  3. Reputasi Guru atau Dosen Para Pengajar,
  4. Kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki Sekolah atau Perguruan Tinggi tersebut,
  5. Keamanan lingkungan Sekolah atau Perguruan Tinggi
  6. Kegiatan Ekstrakulikuler atau kegiatan Mahasiswa lainnya.

Rabu, 25 Juni 2014

Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Pengetahuan ini nantinya dapat bermanfaat sebagai pedoman dalam membuat pakan ternak ayam kampung. Untuk artikel pertama ini, kita akan mengulas 4 bahan pakan ayam kampung yang mengandung sumber energi. Mari simak apa saja itu.


1. Dedak

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Dedak yang berasal dari limbah olahan padi ini sangat cocok dijadikan bahan pakan (biasa disebut juga bekatul). Sebab, kandungan energi metabolismenya berkisar antara 700-2.500 kkal/kg dan kandungan seratnya 12%. Kandungan tersebut cukup tinggi sebagai bahan pakan. Berbeda dengan ayam ras yang pemakaiannya dibatasi antara 5-10%, bahan pakan ini bisa dipakai untuk ayam kampung maksimal 65%.

2. Onggok

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Onggok yang berasal dari limbahan olahan singkong menjadi tepung tapioka ini cukup banyak juga kandungan metabolismenya 2.956 kkal/kg. Namun, pemakaian maksimalnya dibatasi hanya 5-10% saja.

3. Pollard

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Pollard yang merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu ini juga cocok dijadikan bahan pakan ayam kampung (biasa disebut dedak gandum). Namun, harap dicatat, penggunaannya mesti sangat dibatasi. Ya, meskipun kandungan energi metabolismenya berkisar antara 1.140-2.600 kkal/kg, tapi kandungan serat yang dimilikinya dapat membuat ayam mencret.

4. Jagung Kuning

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Di Indonesia dikenal tiga jenis jagung, yakni: jagung merah, jagung putih, dan jagung kuning. Tapi, jagung kuning-lah yang memiliki kandungan nutrisi paling besar dibandingkan dua lainnya. Sementara itu, kandungan metabolismenya mencapai 3.360 kkal/kg.

Selasa, 09 April 2013

Tips beternak ayam saat musim hujan

Kondisi pertumbuhan selama musim hujan dari musim kemarau saat ini. Curah hujan yang tinggi, suhu rendah dan kelembaban tinggi adalah fitur umum dari musim hujan. Ketiga perusahaan mempengaruhi beberapa komponen seperti air minum, pakan, kandang, dan kuman.
Pertama Minum airCurah hujan meningkat tentu akan meningkatkan volume air tanah. Meskipun jumlah ini berkembang, ini sering akan mengakibatkan masalah baru dan memburuknya kualitas air penyerapan air yang terbatas dari tanah. Degradasi terjadi fisik dan biologis (jumlah mikroorganisme). Secara fisik itu berawan, bau dan lumpur. Tanah lumpur campuran untuk memfasilitasi menyumbat pipa air dan untuk memecahkan pembentukan biofilm (sedimen di garis air, yang dalam pertumbuhan dan perkembangan kuman).
Kurangnya penyerapan air tanah bisa naik ke dua masalah, yaitu:

    
Onset dari genangan air atau banjir
Entah genangan air atau banjir juga menimbulkan isu-isu sensitif. Genangan air merupakan tempat yang ideal untuk berkembang biak parasit (serangga, cacing dan koksidia), dan bakteri, terutama E. coli (colibacillosis penyebab) dan Haemophilus paragallinarum (menyebabkan Korisa). Ini memiliki. Untuk semakin banyak kasus penyakit selama musim hujan Apa yang akan lebih buruk jika banjir yang mencakup kerusakan properti (kerusakan dan hambatan transportasi) dan penyebaran penyakit.

    
Pencemaran air tanah oleh bakteri patogen
Sejumlah besar air yang masuk ke pori-pori tanah untuk mengubah struktur lantai. Efek pada pori-pori tanah yang diperbesar sehingga air membawa bakteri patogen, seperti E. coli di lapisan atas tanah pada sumber air tanah. Ini adalah jawabannya, mengapa tidak bisa sumber air tanah terkontaminasi E. coli dan bakteri lainnya bisa.
Kedua WoofLapisan adalah substrat kaya nutrisi dan basah dengan mudah. Ini lembab kepekaan dalam celah untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme seperti jamur. Selama musim hujan kelembaban tinggi (80%), mendukung pertumbuhan jamur, terutama dalam makanan. Selain penurunan kualitas mutu pakan (penurunan tingkat nutrisi) dan jumlah (penggumpalan dan perusakan pakan), juga berisiko kontaminasi jamur pakan terkontaminasi dengan mikotoksin. Mikotoksin, racun (racun, red) yang dihasilkan oleh jamur. Fungsi untuk mikotoksin jamur itu sendiri masih belum jelas. Kehadirannya meningkat setelah pertumbuhan koloni jamur. Dibandingkan bebek, ayam relatif tahan terhadap mikotoksin. Untuk ayam, mikotoksin menyebabkan kondisi imunosupresif (penyakit dari sistem kekebalan tubuh). Kondisi ini akan terinfeksi kuman ayam. Meski begitu, ancaman kematian bisa terjadi pada ayam yang sama.
Ketiga CageKandang terbuka (open house) adalah ayam rentan. Langsung untuk musim hujan Kebangkitan dan kejatuhan suhu dan kelembaban, kecepatan angin bervariasi arah aliran air hujan bahkan berjalan tampias di kandang adalah efek langsung pada musim hujan. Faktor-faktor ini tentu akan mempengaruhi daya tahan dan produktivitas ayam.
Pada Pasca-kandang, sampah sedikit basah sangat rentan terhadap pembekuan darah. Untuk menghindari penggumpalan sampah, karena akumulasi amonia di kandang akan.
Pada tahap perumahan, drainase faktor (sistem drainase, red). Sekitar kandang, di mana kotoran menonton dari tanah sekitarnya dan ketinggian kandang ke Genangan air bawah dapat timbul ketika drainase kurang baik untuk kandang. Terutama ketika massa cair langsung di bawah kandang itu., Tumpukan feses Akibatnya, tinja berlumpur dan menimbulkan sejumlah pertanyaan, seperti yang disebutkan sebelumnya.
4th bibit penyakitKuman di musim hujan daripada musim kemarau sedikit berbeda. Penularan melalui udara yang muncul sering, selama musim kemarau, itu agak berkurang di musim hujan. Namun pengalihan air minum meningkat.
Tapi ini tidak berarti bahwa penyakit ini lebih dominan daripada penyakit sistem pernapasan, pencernaan. Struktur anatomi ayam, bukan pembagi partisi hidung dengan mulut juga dapat menyebabkan penyakit pernapasan ayam dll oleh air minum sebagai Korisa, CRD, AI, ILT.
Peningkatan populasi serangga di musim hujan juga harus berhati-hati. Selain itu, dijelaskan di bagian suplemen. Serangga ini membawa patogen dalam feses ke makanan dan air minum. Sebuah pluralitas inti dapat digunakan dalam lumpur dengan cara ini. Terutama selama musim hujan, telur cacing dan bakteri E. coli memiliki berdiri lebih baik di luar tubuh, sedangkan ayam.

Selasa, 26 Maret 2013

Tips membesarkan anak ayam

Berikut adalah tips membesarkan anak ayam
1. bibit ayam kampung yang kita pelihara haruslah ayam kampung super yang cepat besar, seperti yang saya punya contohnya.  Supaya perttumbuhan cepat dan bisa dipacu
2. usahakan kandang yang digunakan sistem umbaran, jangan di kandang batere.  Lebih baik lagi, alasnya tanah sehingga ayam bebas berkeliaran dan dalam kandang tersebut buatlah tangkringan ayam dari kayu atau bambu, kan ayam suka lompat, loncat dan nagkring, ini akan melatih otot ayam sehingga relatif kekar.
3. nah ini yang terpenting, rekayasa ransum.  Maksud saya begini, tidak usah pake teori yang canggih-canggih.  Kita tau kalo supaya ayam cepat besar, intinya ransum harus mengandung protein tinggi. Nah, protein ini bisa dicari dengan pakan pabrik (mis BR 1), atau kalo di desa saya "amis-amisan" dari ikan atau yuyu, keong atau tepung ikan.  Untuk praktisnya, saya mending beli BR 1.  Komposisi ransum yang saya gunakan adalah :
- anak ayam umur 0 - 25 hari = 100 % BR 1.  Pada umur ini jangan lupa, beri lampu/penerangan, selain supaya hangat juga bisa makan di malam hari.  Dan juga air minum diberi rebusan sayuran, contoh daun pepaya atau temu-temuan untuk menjaga kesehatan tubuh, anti cacing dan menjaga nafsu makan.
- umur 25 hr - 2 bulan = 30 % BR 1 : 30 % jagung giling halus : 40 % dedak padi halus.  Pada umur ini lampu sudah bisa dikurangi bertahap.
- umur 2 bulan keatas = 20 % konsentrat daging : 30 % jagung : 40 % dedak padi : 5 - 10 % sayuran.  (konsentrat bisa diganti tepung ikan/amis-amisan).  Saya biasa menambahkan sayuran untuk suplemen vitamin, mineral atau serat.  Sayuran/daun-daunan yang sering saya campurkan pada ransum adalah daun pepaya, daun singkong, daun "gudal meled" atau lengko, dan daun temu ireng.  Pada prinsipnya jenis daun yang berstruktur agak lunak bisa digunakan.  Pemberian sayuran pada ayam tentu saja harus dirajang atau diiris-iris dulu, kemudian kalau bisa direbus atau langsung dicampur ke ransum.  Oya, saya lebih suka menggunakan pakan basah.  Nah, dengan cara diatas, alhamdulillah selain ayam kampung cepat pertumbuhannya, juga sehat dan sejauh ini citarasanya seperti ayam kampung biasa.  Bobot ayam kampung super dengan ransum seperti kira-kira umur 2,5 - 3 bulan mencapai 1 kg-an lebih lah, walau ada yang kurang, ada yang lebih juga, dengan syarat ayam sehat, makanan teratur dan kandang mendapat cukup sinar matahari.
Sebenarnya komposisi pakan diatas, bisa diotak-atik sendiri.  Pada prinsipnya penambahan protein yang cukup signifikan akan berdampak pada cepatnya pertumbuhan ayam.   Saya menghindari 100 % pakan jadi dari pabrik, karena nanti pasti dagingnya lembek, walaupun pertumbuhaannya pesat. Oya, saya juga sering menambahkan pada pakan, yaitu singkong, talas maupun ubi.  Semua ini saya lakukan agar ayam kenyang dan yang penting struktur dagingnya yang pasti kenyal karena makannya beragam.  Untuk ayam dewasa menghabiskan kira-kira pakan 80 - 100 gram pakan, tergantung jenis ayam, umur, dan jenis kelamin.
(sumber: aliefardi.blogspot.com)

Selasa, 24 Januari 2012

Cara Beternak Ayam Kampung

Kandang merupakan unsur penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha peternakan ayam kampung. Oleh sebab itu kandang harus memenuhi berbagai syarat yang dapat menjamin kesehatan serta pertumbuhan yang baik bagi ayam yang dipelihara sehingga ayam dapat berproduksi sesuai harapan.

Hal hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang ayam adalah bentuk kandang dan kondisi tempat, keadaan tanah, jenis ayam yang akan dipelihara, bahan bangunan kandang, dan biaya. Secara umum kandang dibedakan menurut sistem, bentuk dan bangunan. Bentuk kandang yang bisa dibuat adalah kandang sistem ren dan sistem litter (postal). Letak kandang sebaiknya terpisah agak jauh dari rumah tinggal agar ayam hidupnya tenang, Bagian depan sebaiknya menghadap ke timur sehingga cukup sinar matahari. Fungsi kandang bagi ternak ayam terutama untuk melindungi dari hujan, terpaan angin, panas dan gangguan binatang buas. Selain itu berfungsi sebagai tempat tidur dan yang utama adalah sebagai tempat berkembang biak. Ukuran kandang ayam buras biasanya 2m x 3m untuk menampung 40 ekor anak ayam sampai umur 2-3 bulan atau dapat untuk menampung 30 ekor ayam dewasa.

1. Kandang Sistem Ren

Kandang sistem ren mempunyai halaman pengumbaran sehingga ayam dapat berjalan jalan dengan bebas, kandang ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian pertama terdiri atas kandang dengan atap beserta perlengkapannya seperti tempat pakan, tempat minum, dan sarang untuk bertelur. Bagian kedua berupa lantai atau halaman umbaran yang dibatasi pagar setinggi 2,5 m. Atap kandang terbuat dari genting atau rumbia. Bahan dinding kandang dan pagar halaman umbaran umumnya terbuat dari bambu, kayu, atau anyaman kawat di halaman umbaran ini sebaiknya terdapat rumput atau tumbuhan perdu sehingga ayam yang diumbar dapat memakan hijauan namun banyak memerlukan tempat, dan jika terjangkit penyakit penjalarannya lebih cepat.


Kandang Sistem Ren

2. Kandang Sistem Postal (Litter)

Bangunan kandang sistem postal ini tidak mempunyai halaman pengumbaran. Setiap hari ayam selalu berada di dalam kandang yang beralaskan litter (Misalnya sekam padi dan serutan kayu) Oleh karena itu, kandang sistem ini juga disebut kandang sistem litter. Keuntungan kandang sistem ini adalah menghemat tempat, tenaga, biaya, tata laksana lebih mudah, dan ayam bisa mendapat tambahan vitamin B-12 dari hamparan penutup lantai (litter). Pada ayam petelur, konvensi pakan cenderung lebih baik. Demikian juga produksi telurnya lebih tinggi dan kulit telurnya lebih tebal. Kekurangannya adalah apabila terjadi suatu penyakit maka penjalarannya sangat cepat, terutama disebabkan adanya cacing dan parasit.

Kandang Sistem Postal (Litter)

3. Mempersiapkan Kandang

A. Rincian Persyaratan pembuatan kandang adalah sebagai berikut ini.
  1. Tempat/lokasi kandang harus kering.
  2. Tidak mudah tergenang air.
  3. Tidak menyatu dengan rumah
  4. Mempunyai ventilasi yang baik.
  5. Sehat dan bersih.
  6. Cukup mendapat sinar matahari pagi.
  7. Kokoh dan kuat serta atap tidak bocor.

B. Bahan kandangnya adalah sebagai berikut ini.

Pilih bahan kandang tidak ada disekitar lokasi, yaitu untuk :
  1. Rangka kandang dibuat dari bambu atau kayu gelam
  2. Atap kandang dibuat dari rumbia, ijuk atau alang alang
  3. Dinding kandang dapat dibuat dari bambu, papan rempesan, kayu gelam atau kawat ram.
  4. Alas kandang dapat dibuat :
    • Untuk lantai kandang bisa berupa lantai tanah yang telah dipadatkan atau disemen dan ditaburi dengan sekam atau serbuk gergaji setebal 6 cm.
    • Lantai panggung bertumpu pada tiang dan antara tanah dengan lantai ada ruang kosong (kolong) untuk menampung kotoran ayam. Untuk daerah pedesaan padat penduduk lantai model ini lebih dianjurkan karena akan lebih mudah penanganannya dan lebih menghemat lahan dan biaya.

    Contoh desain sketsa kandang ayam kampung
     
C. Peralatan kandang

1. Tempat pakan dan minum
Tempat pakan dan minum dapat dibuat dari bahan yang tidak mudah berkarat.

  • Bahan-bahan yang dapat digunakan adalah belahan bambu, paralon, plastik atau papan.
  • Tempat minum seperti halnya tempat pakan dapat dibuat dari bambu ytang dipotong, kaleng plastik, atau kaleng-kaleng bekas yang tidak berkarat.
  • Untuk ayam yang dipelihara secara intensif, tempat pakan dan minum sebaiknya diletakkan di dalam kandang pada dinding kandang bagian dalam dan sedikit lebih tinggi dari permukaan lantai agar ayam tidak mencakar-cakar atau pakan bercampur kotoran
  • Untuk ayam yang dipelihara secara semi intensif pakan dan air minum dapat ditempatkan di luar kandang atau halaman asalkan tidak terkena langsung sinar matahari dan air hujan.
Tempat pakan dan minum

2. Tempat bertengger.

Fungsi tempat bertengger adalah agar ayam dapat tidur secara teratur pada malam hari. Tempat bertengger sebaiknya disediakan yang cukup agar ayam tidak saling bertindih dan badan ayam terkena kotoran ayam. Tempat bertengger dapat dibuat dari bambu atau kayu. Tempat bertengger dari kayu gelam. Kandang ayam sistem ren atau litter dapat disediakan tempat bertengger yang terbuat dari papan dengan ukuran panjang 35 cm/ekor dan tinggi 45 cm.
Model tempat bertengger

3. Sangkar bertelur/pengeraman.
  • Sangkar diperlukan untuk mencegah ayam bertelur dilantai yang dapat menyebabkan telur menjadi kotor atau pecah terinjak oleh induk ayam lainnya.
  • Sangkar bertelur/pengeraman dibuat dari bahan yang mudah, murah dan tersedia di tempat misalnya dari kotak seperti  kardus bekas, kotak kayu bekas, bambu yang dibuat kukusan, baskom bekas, ember bekas dll. Alas sangkar dilapisi dengan bahan lembut seperti sekam, jerami padi, rumput kering, kertas bekas, kain-kain bekas atau bahan lainnya, agar ayam bertelur dengan nyaman dan telur tidak pecah.
  • Sangkar bertelur/pengeraman dibuat jangan terlalu cekung atau terlalu datar agar induk mudah membalik telurnya.
  • Ukuran sangkar bentuk kotak panjang 35 cm, lebar 35 cm dan tinggi (dalam) 35 cm. Tinggi sangkar dari lantai kurang lebih 50 cm. Untuk sangkar berbentuk bulat diameter kuranf lebih 50 cm, terbuat dari bambu bisa dibuat berdiri (60-75) cm diatas lantai dengan satu tiang dari bambu.
  • Usahakan tempat pengeraman sebelum digunakan terlebih dahulu disemprot dengan air kapur atau air tembakau untuk menghilangkan kemungkinan gangguan kutu ayam.
  • Sangkar bertelur sebaiknya ditempatkan di dalam kandang dalam posisi agak gelap dan teduh, misalnya di sudut atau bagian belakang kandang karena pada saat hendak bertelur atau mengeram ayam menghendaki suasana tenang dan agak gelap.
  • Jumlah sangkar sebaiknya sama dengan jumlah induk ayam yang sedang bertelur.
4. Tirai kandang

Pada malam hari/ musim hujan, bagian dinding kandang yang terbuka perlu ditutupi tirai (selimut) dari plastik sehingga anak ayam yang belum tumbuh bulu terlindungi dari hembusan angin.
Tirai kandang

5. Indukan / Pemanas

Indukan dapat berbentuk bundar/persegi empat dengan alat pemanas di tengah-tengah berguna untuk menghangatkan ayam yang baru menetas. Indukan yang berbentuk bundar dapat memuat antara 375-450 ekor dengan diameter 1,2 m yang berbentuk persegi panjang dapat memuat 450-525 ekor.
indukan / pemanas

6. Alat-alat kesehatan

Pada peternakan ayam yang intensif perlu disediakan alat-alat kesehatan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin alat-alat kesehatan tersebut berupa gunting, pinset, pisau, pemotong, alat suntik / (spuit), kertas koran dan ember.
Alat-alat kesehatan

Kunci Sukses Beternak

Berbicara masalah ketekunan, ada pelajaran berharga yang bisa di ambil dari beberapa mahkluk ciptaan Allah Yang Maha Kuasa diantaranya semut/rayap, lebah, burung dan yang lainnya. Kita tentu tahu bagaimana semut/rayap membangun rumahnya, kehidupan lebah dimulai dengan membangun rumah, mencari makanan sampai akhirnya sukses membuat koloni/kerajaan. Begitu juga bagaimana dengan burung yang dengan tekun merajut sarang sampai akhirnya dia bisa sukses menetaskan telurnya dan bertempat tinggal dengan aman. Berkaca dari kehidupan hewan-hewan tersebut manusia berusaha meniru sifat tekun tersebut, akan tetapi apa hendak di kata manusia juga dianugerahi nafsu maka sifat tekun kadang bersebrangan dengan sifat malas yang itu merupakan salah satu sifat nafsu.
Apapun bidang pekerjaan/profesi anda, salah satu kunci sukses adalah ketekunan. Setuju atau tidak tapi itulah kenyataan selama ini di lapangan terlebih lagi pekerjaan kita berhubungan dengan ternak. Apalah jadinya ternak kita, apabila hari ini kita beri pakan sekali karena kita malas mencari/memberi pakan, besok malah tidak diberi pakan sama sekali?. Atau kita sendiri bisa membayangkan bagaimana kalau sapi perah kita hari ini hanya diperah sekali kemudian besok dua kali kemudian lusa tidak di perah?. Atau juga apalah jadinya kalau telur yang sedang kita tetaskan dengan bantuan mesin penetas pembalikannya tidak teratur?. Berikut akan kami ketengahkan beberapa kegiatan rutin beberapa pekerjaan terutama bidang peternakan :
Penetas telur unggas, kegiatan rutin setiap harinya adalah membalik-balik telur (untuk pengguna mesin tetas manual dan semiotomatis). Frekuensi pembalikannya pun bervariasi, ada yang setiap 3 jam, ada yang setiap 4 jam, ada yang setiap 6 jam, dan ada yang setiap 8 jam. Pekerjaan rutin itu (membalik-balik telur) dilakukan minimal 12 harian untuk telur puyuh, 16 harian tuk telur ayam dan 23 harian tuk telur itik. Pekerjaan harian lainnya yang tak kalah penting seperti pengontrolan suhu dan kelembaban, serta peneropongan telur.
Peternak ayam petelur, kegiatan rutin peternak ayam petelur antara lain mencampur/meransum pakan, memberi pakan rata-rata 2x sehari, meratakan pakan pada waktu senggang agar konsumsi pakan meningkat, mengambili telur yang frekuensinya bisa 3 kali dalam sehari dan mengontrol kesehatan ayam (bagi petugas kesahatan ayam). Hal yang tak kalah pentingnya adalah mencatat produksi telur harian, karena sangat berpengaruh pada efisiensi usaha yang sedang di jalankan
Peternak pembesaran (broiler/kampong/pejantan/itik pedaging dan lain sebagainya), meskipun kegiatan rutin tak sepadat beternak ayam petelur, akan tetapi tidaklah kemudian dianggap remeh. Kegiatan rutin pada pembesaran mulai ternak masuk (check in) sampai ternak keluar (check out) memang berkutat pada mencampur pakan dan pemberian pakan  saja. Akan tetapi kegiatan rutin yang  perlu diperhatikan adalah kontrol kesehatan karena pada umumnya pemeliharaan/pembesaran model kandangnya postal, sehingga kalau muncul tanda-tanda terserang penyakit akan tetapi kita kurang waspada/tanggap maka bisa jadi kelompok ternak yang berada pada postal tersebut habis alias mati semua.
Peternak sapi perah, kegiatan rutin dimulai dari pemerahan susu ke-1 yaitu sekitar jam 4-5 pagi dan pemerahan ke-2 yaitu pada waktu siang atau sore sekitar jam 2-3, pemberian pakan hijuan dan konsentrat, memandikan sapi, dan membersihkan kandang. Untuk masalah memerah sapi tidak bisa diwakilkan atau dialih tugaskan. Kegiatan memerah rutin dilakukan oleh peternak yang sama untuk sapi yang sama pula. Tapi herannya tiada penghargaan bagi mereka, harga susu di tingkat peternak saat kami menulis artikel ini hanya Rp 3.000/liter (harga ini sudah termasuk bagus). Sehingga pendapatan dari susu per harinya hanya mampu untuk membeli pakan saja (konsentrat+hijauan). Para peternak sapi perah bertahan karena belum ada pekerjaan pengganti, kalau ada pekerjaan pengganti kami yakin mereka akan beralih profesi.
Kebetulan kami dulu pernah mengalami beberapa kegiatan rutin di atas baik langsung maupun tidak langsung. Seperti ikut pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) atau Magang Kerja (MK) di beberapa peternakan ternama di Jawa Timur. Kesimpulan yang di peroleh, kalau mau menjadi peternak sukses maka salah satu kuncinya adalah tekun dan berusaha untuk berimprovisasi diri. Dengan dua modal tersebut insyaallah usaha yang sedang kita jalankan akan semakin berkembang dan menuai kesuksesan di masa yang akan datang. Semoga bermanfaat* (SPt)
Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Cara Meningkatkan Kinerja Mesin Tetas Model Kabinet

Mungkin sebagian besar pembeli mesin tetas model cabinet (susun) akan menghadapi kendala yang sama dalam pengoperasian mesin tetasnya yaitu hasil daya tetas yang kurang maksimal. Hal itu dikarenakan antara lain para penjual atau distributor mesin tetas yang ada kurang transparan dalam memberikan gambaran mengenai kinerja mesin tetas model cabinet. Para penjual mesin tetas pada umumnya hanya memberi iming-iming hasil daya tetas yang tinggi tanpa memberitahu bagaimana cara memperoleh hasil tersebut. Saking terbuainya dengan gaya bahasa penjual dan lain sebagainya, sang calon pembeli lupa untuk menanyakan masalah ini kepada penjual. Akhirnya, setelah membeli mesin tetas model cabinet perasaan setengah menyesal dan kecewa muncul karena hasil (daya tetas) tidak sesuai dengan harapan. Apakah anda mau seperti itu? Jawabnya tentu tidak.
Maka pada kesempatan kali ini kami akan menuliskan sebuah artikel yang kami peruntukkan khusus kepada para pengguna mesin tetas model cabinet baik yang masih manual atau yang semiotomatis. Kalau dalam uraiannya nanti ada sisi positif lainnya yang mungkin bisa diterapkan bagi pengguna mesin tetas model lain (rak tunggal) tentu itu merupakan suatu harapan. Beberapa pengalaman berikut kami peroleh saat kami bertukarpikiran dengan orang-orang yang telah memakai mesin tetas model cabinet. Kami juga mendapat informasi yang akan kami sampaikan dari calon pembeli mesin tetas model cabinet.  Berikut akan kami sampaikan beberapa kendala dan cara mengatasi kekurangan yang ada pada mesin tetas model cabinet :
Kendala yang dirasakan selama ini oleh pengguna mesin tetas model cabinet adalah kurang meratanya suhu dan kelembaban di dalam ruangan mesin tetas. Biasanya terjadi selisih suhu dan kelembaban yang cukup signifikan pada rak paling bawah atau rak paling atas dengan rak yang ada di tengah. Kalau ini dibiarkan berlangsung terus menerus maka tidak mustahil telur-telur pada rak tersebut (rak paling bawah atau paling atas) akan banyak yang gagal menetas. Cara mengatasi kurang meratanya suhu tersebut antara lain dengan melakukan rolling rak telur. Kalau yang mengoperasikan mesin tetas seorang laki-laki tentu hal ini bukanlah masalah, akan tetapi kalau yang mengoperasikan mesin tetas seorang perempuan (ibu-ibu) maka tentunya hal ini akan cukup memberatkan. Dan kita ketahui bersama bahwa yang mengoperasikan mesin tetas kebanyakan adalah kaum hawa.
Kemudian kalau anda sudah melakukan rolling rak dan hasil masih kurang maksimal juga maka tidak ada cara lain yaitu mengubah fungsi mesin tetas model cabinet anda.  Fungsikan mesin tetas model cabinet anda sebagai mesin pengeram saja (setter) sedang untuk proses menetas (hatcher) telur-telur dipindah ke dalam mesin tetas yang mempunyai rak tunggal paling tidak 3 hari sebelum perkiraan tanggal menetas. Hal ini sudah banyak di lakukan oleh penetas yang menggunakan mesin tetas cabinet manual ataupun yang semiotomatis dan sudah terbukti pula.  Pertanyaannya, mengapa perlu pindah mesin? Jawabnya adalah pada waktu menjelang menetas yang disebut dengan periode kritis ke-2 telur-telur butuh suhu yang stabil, kelembaban yang ideal, dan sirkulasi udara yang baik. Ke tiga hal tersebut sulit di dapatkan kalau anda menggunakan mesin tetas model cabinet.
Mudah-mudahan dengan sedikit sharing pengalaman, kita akan memperoleh pengetahuan baru dan bisa meningkatkan usaha kita menuju yang lebih baik. Untuk para pembaca yang mempunyai pengalaman sukses dalam menetaskan telur apa saja memakai model mesin apa saja mohon sekiranya untuk berbagi pengalaman agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua. Berbagi pengalaman tidak menjadikan Ilmu anda berkurang, akan tetapi ilmu anda akan lebih berkah dan berpahala. Itu tiada lain karena anda akan memperoleh balasan amal shaleh karena telah berbuat baik kepada sesama. Semoga bermanfaat* (SPt)
Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com